Home Blog Page 2

HPN 2027 di Lampung, Teguh Santosa: JMSI Mendukung Penuh

0

HPN 2027 di Lampung, Teguh Santosa: JMSI Mendukung Penuh

Jakarta, Kabar1media.com – Hari Pers Nasional (HPN) bukan sekadar kegiatan seremonial. Lebih dari itu, HPN adalah ajang refleksi bagi masyarakat pers nasional untuk mengevaluasi kualitas karya jurnalistik dan sumbangan pers pada kehidupan bangsa negara.

Di era digital saat ini, HPN juga menjadi pengingat pentingnya menjaga kredibilitas, independensi, serta memerangi maraknya berita bohong (hoax) dan informasi menyesatkan serta ujaran kebencian di tengah masyarakat.

Demikian antara lain yang dibicarakan Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Akhmad Munir dan Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Teguh Santosa dalam pertemuan di kantor PWI, Gedung Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih, Jakarta, Kamis, 24 September 2026.

Teguh yang hadir memenuhi undangan PWI didampingi Ketua Harian JMSI Ari Rahman. Adapun Akhmad Munir didampingi Sekjen PWI Marthen Selamet Susanto, Wakil Sekjen PWI Kadirah, dan Ketua Bidang Pendidikan Agus Sudibyo.

Dalam Keputusan Presiden No. 5 Tahun 1985, HPN ditetapkan pada tanggal 9 Februari. Namun untuk HPN 2027, karena 9 Februari diperkirakan bersamaan dengan bulan puasa Ramadhan, HPN akan dilaksanakan pada bulan April 2027.

HPN 2027 yang akan dilaksanakan di Provinsi Lampung juga digelar bersamaan dengan Pekan Olah Raga Wartawan Nasional (Porwanas).

“Secara umum HPN juga menyoroti pentingnya peningkatan profesionalisme yang sejalan dengan kesejahteraan ekonomi para pekerja media agar tetap teguh menjalankan prinsip independensi,” urai mantan Direktur Utama Perum LKBN Antara yang kini dipercaya menjadi Ketua Dewan Pengawas Antara.

“Kami ingin agar HPN 2027 nanti bisa lebih inklusif dan melibatkan semua konstituen Dewan Pers,” ujar Akhmad Munir yang diamini Teguh Santosa.

Adapun Agus Sudibyo menambahkan, inklusifitas HPN 2027 akan dimulai dari proses perencanaan, penyusunan program, hingga pelaksanaan. Sementara kick off HPN 2027, sambungnya, akan dilakukan pada bulan November 2027.

Dalam pertemuan, Teguh yang pernah menjabat sebagai Ketua Bidang Luar Negeri PWI (2013-2018) dan Anggota Dewan Kehormatan (2018-2020) membagikan pengalamannya saat memimpin Panitia HPN 2016 di Provinsi Nusa Tenggara Barat.

HPN 2016 diramaikan berbagai kegiatan monumental seperti pelayaran wartawan yang diikuti hampir 300 wartawan dari Darmaga Madura Ujung Surabaya menuju Lombok dengan menggunakan KRI Makassar-590. Selain unsur pimpinan PWI, Menteri Komunikasi dan Informatika saat itu, Rudiantara, juga ikut dalam pelayaran.

Dalam perjalanan dari Surabaya menuju Lombok, panitia menyelenggarakan berbagai kegiatan di atas kapal, seperti shalat Jumat, seminar, lomba stand up comedy, dan olah raga pernafasan.

Kegiatan monumental HPN 2016 lainnya adalah Business Forum yang dihadiri lebih dari 30 Duta Besar negara sahabat.

“JMSI mendukung penuh penyelenggaraan HPN 2027. Saya yakin, HPN 2017 akan lebih hebat,” ujar Teguh. (Red)

Perkuat Ketahanan Pangan, TNI dan Petani Desa Siser Laren Gelar Gerakan Tanam Kebangkitan Nasional 2026

0

Perkuat Ketahanan Pangan, TNI dan Petani Desa Siser Laren Gelar Gerakan Tanam Kebangkitan Nasional 2026

Lamongan, Kabar1media.com – Langkah nyata dalam mendukung ketahanan pangan terus digalakkan oleh jajaran TNI AD di wilayah Kodim 0812/Lamongan. Bertempat di lahan pertanian Desa Siser, Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan, telah dilaksanakan Gerakan Tanam Kebangkitan Nasional Seluruh Kabupaten/Kota Se-Jatim Tahun 2026. Rabu, (30/09/2026).

Kegiatan penanaman bersama ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan para petani setempat.

​Dalam kegiatan tersebut, Danramil 0812/19 Laren berhalangan hadir dan diwakili oleh Pelda Suhadi Prayitno. Kehadiran perwakilan Koramil Laren ini menegaskan komitmen institusi TNI dalam mendampingi sektor pertanian sebagai pilar utama ketahanan pangan nasional. TNI siap mengawal dan memastikan setiap program pertanian di tingkat desa dapat terlaksana secara optimal.

​Acara penanaman massal ini diinisiasi di bawah penanggung jawab kegiatan, Hanif Nabawi, selaku Koordinator Penyuluh Pertanian Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Laren. Melalui pengelolaan BPP Laren, kegiatan ini dirancang untuk menyelaraskan program ketahanan pangan provinsi Jawa Timur dengan potensi lokal yang ada di Kecamatan Laren. Para petugas lapangan turut memandu jalannya penanaman agar sesuai dengan standar teknis pertanian modern.

​Turut hadir langsung di lokasi acara, Zuanita Dwi K, S.P., selaku Kamtiker Ketahanan Pangan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Lamongan. Kehadiran perwakilan dinas ini memberikan dukungan teknis serta semangat moral bagi para petani di Desa Siser.Dinas Pertanian terus berupaya mengalokasikan bantuan serta pendampingan berkelanjutan guna meningkatkan produktivitas hasil panen masyarakat.

​Selain jajaran instansi pemerintah dan TNI, kegiatan ini juga dihadiri oleh Kepala Desa Siser, Yasin, beserta jajaran perangkat desa. Pemerintah Desa Siser menyambut positif dipilihnya wilayah mereka sebagai pusat pelaksanaan gerakan tanam ini. Keterlibatan aktif pemerintah desa menjadi kunci suksesnya integrasi program kabupaten hingga ke tingkat tapak.

​Sektor kelembagaan petani juga diwakili oleh Surihadi selaku Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Mandiri Desa Siser. Bersama para anggotanya, Gapoktan Mandiri berada di baris depan dalam merealisasikan penanaman serentak ini. Kerja sama antarpetani yang terwadahi dalam Gapoktan terbukti mampu meningkatkan efisiensi proses tanam hingga pemeliharaan lahan.

​Antusiasme paling terlihat dari deretan para petani Desa Siser yang turun langsung ke sawah untuk menanam bibit secara bergotong royong. Tatap muka antara pejabat daerah, personil TNI, dan para petani di tengah sawah menciptakan kehangatan serta rasa kebersamaan yang kuat. Semangat para petani ini menjadi bahan bakar utama bagi kesuksesan Gerakan Tanam Kebangkitan Nasional 2026.

​Rangkaian kegiatan penanaman bersama tersebut berlangsung singkat namun padat karya, hingga akhirnya resmi selesai pada pukul 09.30 WIB. Seluruh tahapan acara berjalan dengan tertib, lancar, dan aman tanpa ada kendala di lapangan. Cuaca yang mendukung turut melancarkan aksi gotong royong di lahan pertanian Desa Siser tersebut.

​Pelda Suhadi Prayitno menyampaikan bahwa “sinergi lintas sektor seperti ini harus terus dipelihara demi kelangsungan kedaulatan pangan di wilayah Laren dan Lamongan pada umumnya. Babinsa akan terus mendampingi petani mulai dari masa tanam, perawatan, hingga pemantauan distribusi pupuk dan air irigasi. Hal ini dilakukan agar pencapaian swasembada pangan di Jawa Timur dapat terwujud secara merata,” ujarnya.

Keterangan: TNI dan Petani Laren Semarakkan Gerakan Tanam Kebangkitan Nasional 2026 di Desa Siser.

​Melalui keberhasilan penanaman serentak ini, Kabupaten Lamongan kembali membuktikan komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Slogan Lamongan Megilan Berhasil menjadi pendorong semangat bagi seluruh pemangku kepentingan untuk terus berinovasi dan bekerja keras memajukan sektor pertanian daerah demi kesejahteraan masyarakat. (Pendim 0812)

Kodim 0812/Lamongan Perkuat Peran Babinsa Sosialisasikan Rekrutmen TNI AD

0

Kodim 0812/Lamongan Perkuat Peran Babinsa Sosialisasikan Rekrutmen TNI AD

​Lamongan, Kabar1media.com – Kodim 0812/Lamongan menggelar kegiatan sosialisasi dan pengarahan penjaringan calon Prajurit TNI kepada ratusan Babinsa di jajarannya. Langkah strategis ini dilakukan untuk memaksimalisasikan rekrutmen putra-putri terbaik daerah dalam mengikuti seleksi penerimaan prajurit TNI, baik jenjang Bintara maupun Tamtama.

​Kegiatan penting tersebut dipusatkan di Aula Kadet Soewoko Makodim 0812/Lamongan. Ratusan Babinsa dari berbagai koramil jajaran tampak hadir dan menyimak seluruh instruksi teknis terkait tata cara sosialisasi serta persyaratan administrasi maupun fisik yang harus dipenuhi oleh para calon pendaftar di wilayah binaan masing-masing.

​Perwira Seksi Personel (Pasi Pers) Kodim 0812/Lamongan, Kapten Inf Eko Suwandoko, memimpin langsung jalannya pembekalan tersebut. Dalam pengarahannya, ia menekankan pentingnya peran aktif para Babinsa sebagai garda terdepan untuk menjaring pemuda-pemudi potensial di pelosok desa yang memiliki minat serta memenuhi syarat menjadi bagian dari TNI.

​Kapten Inf Eko Suwandoko menegaskan bahwa informasi rekrutmen harus tersampaikan secara merata dan transparan kepada seluruh lapisan masyarakat. Babinsa diminta untuk aktif masuk ke sekolah-sekolah maupun lingkungan warga untuk memberikan edukasi mengenai tahapan rekrutmen penerimaan calon Prajurit TNI Bintara dan Tamtama.

​”Babinsa adalah kunci utama dalam mengidentifikasi potensi para pemuda di desa binaan. Melalui sosialisasi yang masif dan intensif, kita ingin memastikan bahwa seluruh informasi mengenai penerimaan Bintara dan Tamtama TNI dapat diakses secara akurat tanpa ada desas-desus atau informasi hoax,” ujar Kapten Inf Eko Suwandoko di hadapan para Babinsa.

Keterangan: Babinsa Kodim 0812/Lamongan Dibekali Sosialisasi Rekrutmen TNI AD 2027.

​Pasi Pers juga menambahkan bahwa materi pembekalan ini mencakup pembinaan awal, mulai dari kesiapan berkas administrasi, kesehatan, hingga fisik calon pendaftar. Dengan pembinaan yang matang sejak dini di tingkat koramil, diharapkan para calon prajurit asal Lamongan mampu bersaing dengan maksimal pada saat mengikuti tes di tingkat daerah maupun pusat.

​Di tempat terpisah, Komandan Kodim (Dandim) 0812/Lamongan, Letkol Inf Deni Suryo Anggo Digdo, memberikan apresiasi dan penekanan khusus terkait pelaksanaan kegiatan sosialisasi rekrutmen TNI ini. Beliau menyampaikan bahwa penyiapan sumber daya manusia (SDM) prajurit yang unggul dimulai dari proses seleksi awal yang bersih dan transparan.

​Letkol Inf Deni Suryo Anggo Digdo menegaskan bahwa proses penerimaan calon Prajurit TNI sama sekali tidak dipungut biaya alias gratis. Pembina wilayah berkewajiban membimbing para generasi muda yang bercita-cita menjadi prajurit agar terhindar dari praktik percaloan atau penipuan dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

​”Kami berkomitmen untuk merekrut calon-calon prajurit yang benar-benar berkualitas, memiliki integritas, serta kesiapan fisik dan mental yang mantap. Saya tekankan kepada masyarakat Lamongan bahwa masuk TNI itu gratis, jangan percaya kepada siapa pun yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan uang,” tegas Letkol Inf Deni Suryo Anggo Digdo.

​Dandim mengharapkan melalui pengarahan di Aula Kadet Soewoko ini, para Babinsa dapat mengobarkan semangat generasi muda di Kabupaten Lamongan untuk mendaftar dan mengabdi kepada bangsa dan negara melalui jalur TNI. Kegiatan pengarahan ini pun berlangsung dengan tertib, lancar, dan penuh antusiasme dari seluruh jajaran Kodim 0812/Lamongan. (Pendim0812)

Dari Apel Kebangsaan ke Ruang Widyaloka, FKBN Sosialisasikan Karakter Kebangsaan bagi ASN

0

Dari Apel Kebangsaan ke Ruang Widyaloka, FKBN Sosialisasikan Karakter Kebangsaan bagi ASN

Lamongan, Kabar1media.com – Penguatan karakter kebangsaan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) menjadi bagian penting dalam membangun kedisiplinan, loyalitas, integritas dan nasionalisme dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat. Upaya tersebut salah satunya diwujudkan FKBN melalui kegiatan sosialisasi materi Penguatan Karakter Kebangsaan bagi Aparatur Sipil Negara, yang dilaksanakan di Ruang Widyaloka Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan, Senin (28/9/2026).

Kegiatan tersebut dilaksanakan setelah Apel Kebangsaan bersama Forum Kader Bela Negara (FKBN) dan diikuti oleh jajaran ASN, Tenaga Pendidikan di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan.

Sosialisasi tersebut merupakan tindak lanjut dari kegiatan Penguatan Karakter Kebangsaan bagi ASN Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Korem 082/CPYJ. Pelaksanaan sosialisasi tersebut memiliki dasar penugasan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan. Dalam Surat Tugas Nomor 800.1.11.1/1451/413.101/2026, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan menugaskan dua orang ASN yang juga menjadi Kader Bela Negara, Kedua orang tersebut adalah Huda, M.Pd. dan Sigit Setiawan, S.Pd., Untuk mengikuti kegiatan Penguatan Karakter Kebangsaan bagi Aparatur Sipil Negara Tahun 2026.

Surat tugas tersebut diterbitkan sebagai tindak lanjut atas Surat Komando Resor Militer 082/CPYJ Komando Distrik Militer 0812 tanggal 23 Juni 2026 perihal undangan untuk mengikuti kegiatan Penguatan Karakter Kebangsaan bagi Aparatur Sipil Negara Tahun 2026 Korem 082/CPYJ. Dalam surat tugas yang ditandatangani Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan Drs. Shodikin, M.Pd., kedua ASN tersebut ditugaskan mengikuti kegiatan pada Kamis, 25 Juni 2026, bertempat di Aula Makorem 082/CPYJ, Jalan Veteran Nomor 03, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto.

Penugasan tersebut kemudian menjadi bagian dari proses pembekalan yang selanjutnya diteruskan melalui sosialisasi kepada ASN di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan.

Dalam materi yang disosialisasikan oleh Huda, M.Pd. dan Sigit Setiawan, S.Pd., 

salah satu pokok pembahasan adalah nilai dasar ASN BerAKHLAK, yang terdiri atas Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif dan Kolaboratif. Senin, (28/09/2026).

Nilai loyal menjadi salah satu pembahasan utama. Loyalitas ASN dimaknai sebagai bentuk kesetiaan dan dedikasi terhadap organisasi, bangsa dan negara.

“ASN diharapkan mampu memegang teguh ideologi Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, serta setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata Huda.

Keterangan: Usai Apel Kebangsaan Retret Bela Negara, FKBN Sosialisasikan Penguatan Karakter Kebangsaan bagi ASN.

Selain itu, loyalitas juga diwujudkan melalui upaya menjaga nama baik sesama ASN, pimpinan, instansi dan negara.

“Materi itu juga menguraikan sejumlah karakteristik yang dapat digunakan untuk melihat loyalitas pegawai, antara lain taat pada peraturan, bekerja dengan integritas, bertanggung jawab terhadap organisasi, memiliki kemauan bekerja sama, rasa memiliki yang tinggi, menjaga hubungan antarpersonal, memiliki kecintaan terhadap pekerjaan, berani mengutarakan ketidaksetujuan secara konstruktif serta mampu menjadi teladan bagi pegawai lainnya,” terang Huda lebih lanjut.

Senada dengan itu, Sigit Setiawan menyampaikan materi, “Penguatan wawasan kebangsaan,” yang juga menjadi bagian penting dalam sosialisasi tersebut.

“ASN didorong untuk terus memperkuat kecintaan terhadap bangsa dan negara sebagai bekal dalam menjalankan tugas pengabdian. Nasionalisme diarahkan agar ASN memiliki orientasi berpikir yang menempatkan kepentingan publik, bangsa dan negara dalam pelaksanaan tugasnya,” kata Sigit.

Nilai-nilai kesadaran bela negara yang disampaikan meliputi cinta tanah air, sadar berbangsa dan bernegara, setia kepada Pancasila sebagai ideologi negara, rela berkorban untuk bangsa dan negara, serta memiliki kemampuan awal bela negara.

“Implementasinya dapat dilakukan melalui pekerjaan sehari-hari, seperti memberikan pelayanan publik secara baik, menaati peraturan, menjaga integritas, bertanggung jawab terhadap tugas serta berkontribusi dalam pembangunan,” ujar Sigit.

Keterangan: Usai Apel Kebangsaan Retret Bela Negara, FKBN Sosialisasikan Penguatan Karakter Kebangsaan bagi ASN.

Lebih lanjut Sigit di materi sosialisasi juga mengingatkan mengenai tiga fungsi ASN dalam penyelenggaraan pemerintahan, yakni sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik, serta perekat dan pemersatu bangsa.

Ketiga fungsi tersebut menjadi landasan bagi ASN dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat.

“Karena itu, disiplin dan loyalitas tidak hanya dipahami sebagai kepatuhan terhadap aturan kedinasan, tetapi juga sebagai bagian dari tanggung jawab ASN dalam menjalankan amanah negara,” Pungkasnya.

Dalam materi tersebut juga ditampilkan berbagai bentuk kolaborasi TNI AD bersama masyarakat, mulai dari TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD), TNI Manunggal Air, ketahanan pangan, penghijauan dan restorasi hutan, penanganan karhutla, pengelolaan sampah, pelestarian alam, naturalisasi sungai, lingkungan eco-friendly hingga integrated farming.

Berbagai kegiatan tersebut, menekankan dan menggambarkan pentingnya sinergi antara pemerintah, TNI, ASN dan masyarakat dalam mendukung pembangunan bangsa serta memperkuat ketahanan nasional.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala FKBN Bakorda Kabupaten Lamongan, M.Ferry Fadli mengatakan, Sosialisasi yang digelar di Ruang Widyaloka Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan tersebut menjadi bagian dari upaya menerjemahkan materi Penguatan Karakter Kebangsaan ke dalam kehidupan kedinasan.

“Melalui kegiatan tersebut, ASN diharapkan tidak hanya memahami konsep disiplin, loyalitas, nasionalisme dan bela negara, tetapi juga mampu mengaktualisasikannya dalam pelaksanaan tugas sehari-hari saat pembelajaran kepada siswa-siswi di lingkungan sekolahnya masing-masing,” jelas Kepala FKBN Lamongan.

Apel Kebangsaan bersama FKBN yang dilanjutkan dengan sosialisasi tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat semangat pengabdian ASN dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Masih kata Ferry, “Dengan karakter ASN yang disiplin, berintegritas, loyal, profesional dan memiliki wawasan kebangsaan, nilai-nilai Pancasila diharapkan semakin nyata dalam pelaksanaan tugas pemerintahan dan pelayanan publik di Kabupaten Lamongan,” tutupnya. (Red)

Usaha Bangkrut, Rumah Disita: Jeritan Hati Korban Lelang Bank

0

Caption foto: Pengadilan Negeri Lamongan resmi mengeksekusi tanah dan bangunan SHM No. 427 seluas 275 M² di Desa Gembong, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan.

Usaha Bangkrut, Rumah Disita: Jeritan Hati Korban Lelang Bank

Lamongan, Kabar1media.com – Pengadilan Negeri (PN) Lamongan resmi mengeksekusi tanah dan bangunan SHM No. 427 seluas 275 M² di Desa Gembong, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan pada Senin, 28 September 2026 pukul 09.00 WIB.

Langkah hukum pidana ini diambil berdasarkan Penetapan Ketua PN Lamongan Nomor 5/Pdt.Eks-RL/2025/PN.Lmg, yang menetapkan objek sengketa tersebut kini sah menjadi milik pemohon lelang, Drs. Krisna Aji Kurniawan, M.M.

Di lokasi, petugas langsung memasang papan larangan masuk dengan ancaman Pasal 257 ayat (1) UU No. 1/2023 tentang KUHP baru bagi siapa saja yang masuk tanpa izin.

Proses pengosongan paksa yang dipimpin oleh Jurusita PN Lamongan, serta didampingi Kepala Desa Gembong atau yang mewakili dan aparat keamanan setempat, berjalan sesuai jalur hukum formal.

“Melalui Surat Panitera Nomor 120/PAN.01.W14-U30/HK2.4/X/2026 yang diterbitkan 16 September 2026, pihak pengadilan menegaskan telah melayangkan permohonan bantuan pendampingan resmi kepada pihak desa,” kata Kusno Efendi, S.H., Jurusita Pengganti Pengadilan Negeri Lamongan dalam keterangan surat tertulisnya, pada Senin, 28 September 2026.

Caption foto: Pengadilan Negeri Lamongan resmi mengeksekusi tanah dan bangunan SHM No. 427 seluas 275 M² di Desa Gembong, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan.

Pengadilan menyatakan seluruh prosedur lelang eksekusi hak tanggungan ini valid dan berkekuatan hukum tetap, sehingga pengosongan wajib dilaksanakan demi kepastian hukum pemenang lelang.

Namun, di balik ketegasan palu hakim, terdapat jeritan pilu dari pihak termohon, Siyam Nuryani (57). Sambil menatap tumpukan barang-barangnya yang kini hanya bisa pasrah, Nur sapaannya meratapi kebijakan bank yang dinilainya menutup mata dari aspek kemanusiaan.

“Saya bukan sengaja tidak bayar, usaha saya gulung tikar karena krisis. Bank hanya melihat angka,” ungkapnya dengan nada bergetar.

Caption foto: Pengadilan Negeri Lamongan resmi mengeksekusi tanah dan bangunan SHM No. 427 seluas 275 M² di Desa Gembong, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan.

Baginya, rumah tersebut bukan sekadar bangunan batu bata dan dinding atap, melainkan tempat yang menyimpan doa ibunya, tawa anak-anaknya, hingga goresan sang buah hati di dinding tembok.

Sambil menangis terisak isak memeluk keluarganya, Nur terpaksa dievakuasi untuk menumpang di tempat yang belum pasti.

Eksekusi ini memang sah secara hukum, namun meninggalkan luka sosial mendalam tentang batas tipis antara kepastian hukum ekonomi, keadilan serta kemanusiaan. (Red)

11,31 Kg Emas Tujuan Singapura Diamankan, BCW Pertanyakan Pemiliknya

0

11,31 Kg Emas Tujuan Singapura Diamankan, BCW Pertanyakan Pemiliknya

Jakarta, Kabar1media.com – Bea Cukai Watch (BCW) menilai pengungkapan 43 bungkusan bubuk padat mengandung emas seberat sekitar 11,31 kilogram yang hendak dibawa dari Batam menuju Singapura merupakan temuan penting untuk mengungkap lebih jauh rantai perdagangan emas lintas negara.

Penindakan dilakukan Bea Cukai Batam dalam dua rangkaian pada 22 dan 24 September 2026 di Pelabuhan Ferry Internasional Batam Centre dan Harbour Bay. Delapan penumpang diamankan dengan barang yang secara keseluruhan diperkirakan bernilai Rp.29,23 miliar, sementara estimasi penerimaan/kerugian negara yang berhasil diamankan sekitar Rp.3,65 miliar.

Sekretaris BCW Eko Teguh Wiyono (Eko TW) mengatakan keberhasilan penindakan tersebut patut diapresiasi. Namun menurutnya, karakter barang dan pola pembawaannya justru memunculkan pertanyaan yang lebih besar.

“Sebelas kilogram lebih emas dengan kadar di atas 99 persen bukan barang kecil. Apalagi dibawa delapan orang menuju negara yang sama. Pertanyaan BCW sederhana: emas ini milik siapa, berasal dari mana, siapa yang membiayai pengirimannya, dan siapa penerimanya di Singapura?”, kata Eko TW, di sekretariat BCW, Jakarta, Selasa (29/9/2026).

Kadar Emas Lebih dari 99 Persen.

Dalam penindakan pertama, petugas menemukan tujuh bungkusan dengan berat bruto sekitar 1.875 gram dari penumpang berinisial SQ. Hasil pengujian Laboratorium Bea dan Cukai Batam menunjukkan material tersebut mengandung emas dengan kadar 99,530 persen.

Temuan tersebut kemudian dikembangkan melalui analisis risiko terhadap pola perjalanan penumpang. Dua hari kemudian petugas mengamankan tujuh penumpang lainnya—TLK, CYA, LJ, CYO, CM, PC dan YM-serta menemukan 36 bungkusan dengan berat sekitar 9.435 gram. Hasil laboratorium terhadap sampel menunjukkan kadar emas sekitar 99,115–99,219 persen.

Barang ditemukan dengan beberapa modus penyembunyian, mulai dari tas dan pakaian dalam hingga diduga disembunyikan di dalam tubuh penumpang (inserter).

Menurut Eko, pengembangan dari satu penumpang menjadi tujuh penumpang lain merupakan petunjuk penting yang layak didalami aparat.

“Justru analisis pola perjalanan yang dilakukan Bea Cukai menarik. Dari satu orang kemudian ditemukan tujuh orang lainnya. Artinya, pengembangan berbasis data bekerja. Sekarang metode yang sama perlu diteruskan untuk menjawab siapa yang berada sebelum dan sesudah para pembawa ini dalam rantai perdagangannya,” ujar Eko.

BCW: Telusuri Asal Emasnya.

BCW meminta pemeriksaan tidak hanya difokuskan pada bagaimana emas tersebut hendak dikeluarkan dari Batam.

Menurut Eko, asal-usul emas merupakan pertanyaan yang sama pentingnya dengan cara emas itu hendak dibawa ke Singapura.

“Kalau kadar emasnya sudah lebih dari 99 persen, tentu ada proses sebelum barang tersebut sampai ke tangan pembawa. Ada sumber bahan, ada proses pengolahan atau pemurnian, ada transaksi, dan kemudian ada pengiriman. Rantai sebelum Batam itulah yang menurut kami penting dibuka,” katanya.

BCW menekankan bahwa sampai sekarang belum terdapat informasi resmi yang membuktikan 11,31 kilogram emas tersebut berasal dari PETI. Karena itu BCW tidak menyimpulkan adanya hubungan antara penindakan Batam dengan pertambangan emas tanpa izin maupun perusahaan tertentu.

Namun asal barang, dokumen perolehan, transaksi pembayaran, pihak yang menyerahkan barang kepada para pembawa, dan penerima di Singapura menurut BCW merupakan aspek yang relevan untuk diverifikasi.

Dorong “Follow the Gold, Follow the Money”

Eko juga mendorong agar penelusuran kepabeanan, apabila ditemukan indikasi yang relevan, dapat diperkuat dengan pemeriksaan transaksi keuangan dan kewajiban perpajakan sesuai kewenangan masing-masing institusi.

“Prinsipnya sederhana: follow the gold, follow the money, follow the tax. Dari mana emas diperoleh, siapa yang membayar, kepada siapa dijual, bagaimana kewajiban pajak dan kepabeanannya, semuanya harus bisa diuji melalui data,” kata Eko.

Menurut BCW, penelusuran tersebut menjadi semakin penting karena pemerintah sebelumnya juga telah mengungkap serangkaian penindakan emas yang hendak dibawa keluar Indonesia melalui berbagai pintu internasional.

Apakah Singapura Hanya Tujuan Akhir atau Titik Transit?

BCW secara khusus meminta aparat mendalami posisi Singapura dalam perkara Batam.

Kedekatan geografis Batam dengan Singapura memungkinkan perjalanan lintas negara berlangsung dalam waktu relatif singkat. Karena itu identifikasi pihak penerima menjadi penting untuk mengetahui apakah Singapura merupakan tujuan akhir perdagangan atau titik transit menuju pasar lain.

“Delapan orang menuju Singapura membawa komoditas yang sama. Kita perlu mengetahui apakah mereka bergerak sendiri-sendiri atau terdapat pihak yang mengorganisasi. Itu harus dibuktikan melalui pemeriksaan, bukan diasumsikan,” ujar Eko.

BCW juga mengingatkan bahwa perkara tersebut menurut keterangan Bea Cukai Batam masih berada dalam proses pemeriksaan dan penelitian untuk menentukan tindak lanjut. Karena itu BCW tidak memberikan kesimpulan mengenai status pidana maupun kesalahan delapan penumpang di luar apa yang telah diumumkan aparat.

BCW Minta Hasil Pengembangan Dibuka ke Publik.

Eko berharap Bea Cukai Batam tidak berhenti setelah penindakan terhadap barang, tetapi mengembangkan kasus berdasarkan bukti dan menyampaikan perkembangan material kepada masyarakat.

“Publik sudah mengetahui berat emasnya, nilainya, kadar emasnya dan bagaimana barang itu disembunyikan. Tahap berikutnya yang jauh lebih penting adalah mengetahui asal dan tujuan sebenarnya. Kalau ditemukan pengendali atau pemilik barang, sampaikan. Kalau ditemukan jaringan, kembangkan. Kalau ternyata tidak ada keterkaitan dengan PETI atau jaringan tertentu, itu juga harus disampaikan secara objektif.”

Menurut Eko, transparansi pengembangan perkara penting karena penindakan emas dalam jumlah besar bukan semata persoalan barang yang berhasil dicegah keluar, melainkan kesempatan untuk memahami rantai perdagangan emas dari sumber, pengolahan, transaksi, pengangkutan hingga pembeli akhir.

“Jangan hanya menghitung berapa kilogram yang berhasil ditangkap. Negara perlu mengetahui berapa banyak yang sudah lewat, dari mana emas itu datang, dan siapa yang menikmati nilai ekonominya. Dari situlah kita bisa mengetahui seberapa besar persoalan yang sebenarnya,” pungkas Eko TW, Sekretaris BCW. (**)

Dua Siswa SMPN 1 Ngimbang Tampil Gemilang, Raih Juara 1 Karate Piala Kapolres Bojonegoro

0

Dua Siswa SMPN 1 Ngimbang Tampil Gemilang, Raih Juara 1 Karate Piala Kapolres Bojonegoro

Lamongan, Kabar1media.com — Kabar membanggakan kembali datang dari SMP Negeri 1 Ngimbang. Dua siswa berhasil menorehkan prestasi gemilang dalam Kejuaraan Karate Piala Kapolres Bojonegoro yang digelar pada 5 September 2026.

Prestasi tersebut diraih oleh Dio Ainun Rohman, siswa kelas VII A, dan Paramastri Andayu Dwisasmaya, siswi kelas VII B. Keduanya sama-sama berhasil meraih Juara 1 pada kategori kumite pemula.

Dio Ainun Rohman sukses menjadi Juara 1 Kumite -40 Kg Pemula Putra, sementara Paramastri Andayu Dwisasmaya berhasil meraih Juara 1 Kumite -35 Kg Pemula Putri.

Capaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar SMPN 1 Ngimbang sekaligus menunjukkan bahwa peserta didik tidak hanya berkembang dalam bidang akademik, tetapi juga mampu berprestasi melalui kegiatan olahraga dan pengembangan bakat.

Kepala SMPN 1 Ngimbang, Zaenuri, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas pencapaian kedua siswa tersebut.

“Kami sangat mengapresiasi dan bangga atas prestasi yang diraih Dio dan Paramastri. Prestasi ini merupakan hasil dari kerja keras, kedisiplinan, keberanian, serta latihan yang dilakukan secara konsisten. Semoga pencapaian ini menjadi motivasi bagi keduanya untuk terus berkembang dan juga menginspirasi siswa-siswi SMPN 1 Ngimbang lainnya agar berani mengembangkan potensi dan meraih prestasi di bidang masing-masing,” ujar Zaenuri.

Menurutnya, keberhasilan siswa dalam kompetisi bukan hanya tentang memperoleh piala, tetapi juga merupakan proses pembentukan karakter. Melalui olahraga karate, siswa belajar mengenai kedisiplinan, sportivitas, tanggung jawab, ketekunan, keberanian, dan sikap pantang menyerah.

Prestasi Dio dan Paramastri juga menjadi bukti bahwa dukungan sekolah terhadap pengembangan minat dan bakat siswa dapat menghasilkan capaian yang membanggakan.

Pihak sekolah berharap prestasi tersebut tidak membuat kedua siswa berpuas diri, tetapi justru menjadi motivasi untuk terus berlatih dan meningkatkan kemampuan sehingga dapat meraih prestasi yang lebih tinggi pada ajang berikutnya.

“Tetap rendah hati, terus berlatih dan jangan berhenti belajar. Jadikan setiap pertandingan sebagai pengalaman untuk menjadi lebih baik. Kami berharap prestasi ini menjadi awal dari pencapaian-pencapaian berikutnya,” tambah Zaenuri.

Dengan raihan dua gelar juara tersebut, SMPN 1 Ngimbang kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung peserta didik untuk berkarakter, berprestasi, dan berbudaya.

Selamat kepada Dio Ainun Rohman dan Paramastri Andayu Dwisasmaya. Terus berlatih, terus berprestasi, dan terus mengharumkan nama SMPN 1 Ngimbang. (Anas/Red)

Sestama FKBN KOGAPHAN RI Terima Audiensi PPMI Bahas Ketahanan Pangan Indramayu

0

Sestama FKBN KOGAPHAN RI Terima Audiensi PPMI Bahas Ketahanan Pangan Indramayu

Jakarta, Kabar1media.com – Forum Kader Bela Negara Korps Gabungan Potensi Pertahanan Republik Indonesia (FKBN KOGAPHAN RI), wadah Kader Bela Negara Kementerian Pertahanan RI, menerima kunjungan silaturahmi dari Pendiri dan Ketua Paguyuban Petani Makmur Indramayu (PPMI).

Pertemuan dalam rangka sinergi untuk memperkuat Ketahanan Pangan Nasional di wilayah Indramayu, Jawa Barat tersebut berlangsung di Kantor FKBN KOGAPHAN RI, Gedung Nyi Ageng Serang Lantai 5, Kanwil Kemenhan RI DKI Jakarta, Kuningan, Jakarta Selatan, pada Minggu (28/09/2026).

Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Sekretaris Utama (Sestama) FKBN KOGAPHAN RI, R. Elpin Subagus.

Dalam pertemuan tersebut, Sestama FKBN KOGAPHAN RI menyampaikan bahwa program fokus organisasi saat ini adalah di bidang Ketahanan Pangan Nasional, khususnya terapan Pupuk Organik Bela Negara.

“Program kami saat ini fokus di bidang Ketahanan Pangan Nasional khususnya terapan Pupuk Organik Bela Negara. Ke depannya, Paguyuban Petani Makmur Indramayu secara bertahap akan dapat mengaplikasikan Pupuk Organik Bela Negara dalam pengolahan lahan pertanian di Indramayu,” ujar R. Elpin Subagus.

Keterangan: Perkuat Ketahanan Pangan Nasional, Sestama FKBN KOGAPHAN RI R. Elpin Subagus Terima Kunjungan Paguyuban Petani Makmur Indramayu.

Sementara itu, Pendiri Paguyuban Petani Makmur Indramayu, H. Abdul Hasan, menyampaikan bahwa pihaknya siap bersinergi penuh dengan FKBN KOGAPHAN RI.

Di kesempatan yang sama, Ketua Paguyuban Petani Makmur Indramayu, Mulya, menegaskan komitmennya untuk bersama-sama menciptakan ketahanan pangan di Jawa Barat khususnya Indramayu, serta turut menciptakan kesejahteraan petani.

“Paguyuban Petani Makmur Indramayu bersama FKBN KOGAPHAN RI akan menciptakan Ketahanan Pangan Nasional Jawa Barat khususnya Indramayu, serta turut menciptakan kesejahteraan petani Indramayu,” kata Mulya.

Usai pertemuan, Mulya mengucapkan terima kasih atas sambutan hangat dan penuh kekeluargaan dari FKBN KOGAPHAN RI. (**)

Apel Kebangsaan di Dindik Lamongan, 150 Guru Peserta Retreat Bela Negara Terima Sertifikat

0

Apel Kebangsaan di Dindik Lamongan, 150 Guru Peserta Retreat Bela Negara Terima Sertifikat

Lamongan, Kabar1media.com – Sebanyak 150 guru peserta Retreat Bela Negara Batch 1 dan Batch 2 menerima sertifikat sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka dalam program pendidikan dan pembinaan Bela Negara.

Penyerahan sertifikat tersebut dilaksanakan dalam rangkaian Apel Pagi Kebangsaan dan Penyerahan Sertifikat Peserta Retreat Bela Negara di Lapangan Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan, Senin (28/9/2026).

Sertifikat diserahkan secara langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan, Drs. Shodikin, M.Pd, kepada perwakilan peserta. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat semangat kebangsaan sekaligus memberikan penghargaan kepada para guru yang telah mengikuti rangkaian Retreat Bela Negara.

Dalam kesempatan tersebut, Drs. Shodikin, M.Pd, menyampaikan bahwa pendidikan Bela Negara memiliki peran penting dalam membentuk karakter peserta didik. Menurutnya, guru tidak hanya memiliki tugas dalam menyampaikan pengetahuan akademik, tetapi juga menjadi teladan dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan.

“Guru memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter generasi muda. Nilai-nilai Bela Negara seperti disiplin, tanggung jawab, cinta tanah air, gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan harus dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam proses pembelajaran di sekolah,” ujar Shodikin.

Keterangan: 150 Guru Peserta Retreat Bela Negara Terima Sertifikat, Diserahkan Langsung Kepala Dinas Pendidikan Lamongan. Senin, (28/09/2026).

Ia berharap pengalaman yang diperoleh para guru selama mengikuti Retreat Bela Negara dapat diteruskan kepada peserta didik di masing-masing satuan pendidikan.

“Kami berharap para peserta tidak berhenti pada kegiatan retreat saja. Apa yang diperoleh selama mengikuti kegiatan dapat ditularkan kepada anak-anak didik, sehingga semangat kebangsaan dan karakter positif semakin kuat di lingkungan sekolah,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bakorda FKBN Kabupaten Lamongan, M. Ferry Fadli, menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan serta seluruh guru yang telah berpartisipasi dalam program Retreat Bela Negara.

Menurut Ferry, keterlibatan 150 guru dari Batch 1 dan Batch 2 menunjukkan adanya komitmen bersama untuk memperkuat pendidikan karakter dan wawasan kebangsaan di lingkungan pendidikan.

“Sertifikat ini bukan sekadar tanda telah mengikuti kegiatan, tetapi menjadi simbol komitmen untuk menerapkan nilai-nilai Bela Negara dalam kehidupan, khususnya di lingkungan sekolah. Guru adalah salah satu ujung tombak dalam membangun karakter generasi penerus bangsa,” ungkap Ferry.

Keterangan: 150 Guru Peserta Retreat Bela Negara Terima Sertifikat, Diserahkan Langsung Kepala Dinas Pendidikan Lamongan. Senin, (28/09/2026).

Ia menambahkan, FKBN Kabupaten Lamongan akan terus mendorong sinergi dengan berbagai pihak, khususnya dunia pendidikan, dalam mengembangkan program Bela Negara yang bersifat edukatif, aplikatif dan berkelanjutan.

“Bela Negara tidak hanya berbicara tentang pertahanan secara fisik. Bela Negara juga diwujudkan melalui pendidikan, pengabdian, disiplin, menjaga persatuan, meningkatkan kepedulian sosial serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa,” jelasnya.

Ferry berharap para peserta Retreat Bela Negara dapat menjadi agen penggerak nilai-nilai kebangsaan di sekolah masing-masing.

Apel Pagi Kebangsaan dan penyerahan sertifikat tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan dan FKBN Bakorda Kabupaten Lamongan dalam membangun pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik, tetapi juga karakter, nasionalisme dan tanggung jawab kebangsaan.

Dengan diterimanya sertifikat oleh 150 guru peserta Batch 1 dan Batch 2, diharapkan semangat Bela Negara dapat terus tumbuh dan diterapkan secara nyata dalam lingkungan sekolah serta masyarakat Kabupaten Lamongan. (Red)

HUT ke-81 TNI, Kodim 0812/Lamongan Kenang Pahlawan di TMP Kusuma Negara

0

HUT ke-81 TNI, Kodim 0812/Lamongan Kenang Pahlawan di TMP Kusuma Negara

Lamongan, Kabar1media.com — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke-81, Komando Distrik Militer (Kodim) 0812/Lamongan menggelar upacara ziarah rombongan dan tabur bunga yang berlangsung khidmat di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusuma Negara, Lamongan.

​Rangkaian prosesi spiritual dan kebangsaan ini dipimpin langsung oleh Komandan Kodim (Dandim) 0812/Lamongan Letkol Inf Deni Suryo Anggo Digdo yang di wakilkan Kepala Staf Kodim 0812 Lamongan (Kasdim) Mayor Cpm Marsidianto serta dihadiri oleh jajaran perwira staf, para Danramil, prajurit prajurit Kodim 0812, Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXVII Dim 0812 Lamongan.

​Suasana hening menyelimuti kompleks TMP Kusuma Negara saat derap langkah pasukan memasuki areal upacara. Penghormatan setinggi-tingginya dipanjatkan kepada para pahlawan kusuma bangsa yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi tegaknya kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

​Prosesi diawali dengan penghormatan pasukan kepada arwah para pahlawan, mengheningkan cipta seraya memanjatkan doa, peletakan karangan bunga di monumen tugu utama oleh pimpinan rombongan, dan diakhiri dengan aksi tabur bunga di atas pusara para pejuang.

​Kasdim 0812/Lamongan menegaskan bahwa kegiatan ziarah ini bukan sekadar tradisi seremonial tahunan, melainkan sebuah ruang perenungan moral dan ideologis bagi seluruh prajurit TNI.

​”Ziarah rombongan ini adalah manifestasi rasa hormat, prasasti ingatan, dan wujud penghormatan tak terhingga atas dedikasi tanpa batas para pendahulu kita. Spirit, nilai-nilai kejuangan, dan patriotisme yang ditinggalkan para pahlawan menjadi kompas moral bagi Kodim 0812/Lamongan untuk terus mengabdi demi menjaga kedaulatan bangsa serta mengayomi masyarakat,” ujar kasdim 0812/Lamongan seusai prosesi tabur bunga.

Keterangan: HUT ke-81 TNI, Kodim 0812/Lamongan Ziarah dan Tabur Bunga di TMP Kusuma Negara.

​Memasuki usia ke-81 tahun, TNI terus memperkokoh posisinya sebagai benteng pertahanan negara yang profesional, modern, dan selalu manunggal bersama rakyat. Melalui peringatan ini, Kodim 0812/Lamongan menegaskan kesiapannya untuk terus bersinergi dengan seluruh elemen masyarakat di wilayah Kabupaten Lamongan guna menjaga kondusivitas, keamanan, dan menyokong pembangunan daerah. (Pendim0812)