Home Blog Page 6

Perkuat Kemanunggalan, Kodim 0812/Lamongan Gelar Pembinaan Komunikasi

0

Lamongan, Kabar1media.com — Kodim 0812/Lamongan menggelar kegiatan Pembinaan Komunikasi Cegah Konflik Sosial di Aula Kadet Suwoko Makodim 0812 Lamongan. Langkah strategis ini diambil untuk memperkokoh kondusifitas wilayah serta mengantisipasi potensi gesekan sosial di tengah masyarakat. Senin, (21/09/2026).

​Kegiatan dibuka langsung oleh Komandan Kodim (Dandim) 0812/Lamongan, Letkol Inf Deni Suryo Anggo Digdo. Acara ini turut dihadiri oleh Ketua Tim dari Pusat Intelijen Angkatan Darat (Pusintelad) Letkol Arm Dwi Sutaryo, S.E, M.Han, Kasat Reskrim Polres Lamongan AKP Adimas Firmansyah, serta Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Lamongan Johny Indrianto Firmansyah.

​Dalam sambutannya, Letkol Inf Deni Suryo Anggo Digdo menekankan pentingnya deteksi dini dan cegah dini melalui komunikasi yang intensif antarinstansi dan elemen masyarakat.

​“Pencegahan konflik sosial tidak bisa dilakukan secara parsial. Butuh sinergi yang solid antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan seluruh lapisan masyarakat. Melalui forum ini, kita samakan persepsi dan tingkatkan kewaspadaan agar potensi gangguan keamanan dapat diredam sedini mungkin,” tegas Dandim.

Keterangan: Kodim 0812/Lamongan Perkuat Komunikasi untuk Cegah Konflik Sosial.

​Kehadiran Tim Pusintelad menjadi dorongan penguatan materi teknis intelijen dan pemetaan potensi kerawanan. Sementara itu, keterlibatan Kasat Reskrim Polres Lamongan dan Kepala Bakesbangpol Lamongan semakin mempertegas komitmen lintas sektor dalam menjaga stabilitas hukum, politik, dan keamanan di wilayah Kabupaten Lamongan.

​Melalui agenda pembinaan ini, Kodim 0812/Lamongan berharap jaring komunikasi masyarakat dan aparat terjalin lebih responsif, sehingga situasi wilayah Lamongan tetap aman, damai, dan kondusif. (Pendim0812)

Delapan Laga Tuntas, Persaingan Muspika Deket Cup 2026 Kian Sengit

0

Lamongan, kabar1media.com – Turnamen bola voli Muspika Deket Cup 2026 yang digelar di Lapangan Bola Voli Desa Gajah, Desa Rejosari, Kecamatan Deket, Kabupaten Lamongan, berlangsung semakin meriah dan kompetitif. Minggu, 20 September 2026.

Ajang yang melibatkan tim-tim bola voli dari sejumlah desa serta Forkopimcam Deket tersebut telah mempertandingkan sejumlah laga penyisihan sejak Kamis hingga Minggu, 17–20 September 2026.

Pertandingan menjadi tontonan menarik bagi masyarakat. Para pemain tampil penuh semangat untuk mengamankan kemenangan dan menjaga peluang melaju ke babak berikutnya ungkap salah satu perwakilan panitia pelaksana, Bambang Supriyadi pada awak media.

“Hasil pertandingan penyisihan yang tercantum dalam rangkaian Muspika Deket Cup 2026 juga dapat di lihat di medsos official dan Kecamatan Deket,” Ungkap Bambang. 

Keterangan: Muspika Deket Cup 2026 Makin Sengit, Delapan Laga Penyisihan Tuntas.

Lebih lanjut, Bambang menguraikan hasil pertandingan, pada Kamis, 17 September 2026, Dua pertandingan digelar, pada pertandingan pertama, Desa Dinoyo harus mengakui keunggulan Desa Deket Kulon setelah kalah telak dengan skor 0-3.

Sementara pada pertandingan kedua, Desa Sugiwaras juga tak mampu membendung permainan Desa Sidorejo. Pertandingan berakhir dengan kemenangan Sidorejo 3-0.

Untuk hasil pertandingan pada Jumat malam, 18 September 2026, Persaingan berlanjut pada Jumat malam. Pada laga pertama, Desa Rejotengah kalah 0-3 dari Desa Deket Wetan. Kemudian pada pertandingan kedua, Desa Weduni tampil dominan dan menang 3-0 atas Desa Srirande.

Masih kata Bambang, sementara Hasil pertandingan, pada 19 September 2026 Sabtu malam, tim Forkopimcam Deket menunjukkan performa meyakinkan dengan mengalahkan Desa Plosobuden tiga set langsung, 3-0. Pada pertandingan berikutnya, Desa Dlanggu berhasil mengatasi Desa Sidomulyo dengan skor telak 3-0.

Sedangkan, pada 20 September 2026.

Pertandingan pada Minggu malam kembali menyuguhkan dua laga menarik. Desa Deket Kulon kembali meraih kemenangan, kali ini atas Desa Rejosari dengan skor 3-0. Pada laga berikutnya, Desa Sidobinangun berhasil mengalahkan Desa Sidorejo dengan skor 3-0.

Masih kata Bambang, “Dari delapan pertandingan tersebut, terlihat sejumlah tim mampu mencatat kemenangan tanpa kehilangan satu set pun. Deket Kulon menjadi salah satu tim yang mencuri perhatian setelah meraih dua kemenangan berturut-turut, yakni atas Dinoyo dan Rejosari, masing-masing dengan skor 3-0.”

“Sementara Sidorejo, yang sebelumnya menang 3-0 atas Sugiwaras, harus menerima kekalahan dengan skor serupa ketika menghadapi Sidobinangun pada Minggu malam,” tutupnya.

Dalam kesempatan terpisah Kades Desa Sidobinanggun Deket, Anang Fuadi mengatakan, Turnamen Muspika Deket Cup 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga antar tim, tetapi juga menjadi momentum mempererat silaturahmi dan kebersamaan masyarakat Kecamatan Deket melalui olahraga bola voli, serta ajang yang tepat mencetak pemain muda voli. Senin, 21 September 2026.

“Dukung tim favoritmu menjadi juara!” menjadi semangat yang digaungkan dalam rangkaian Muspika Deket Cup 2026. Kami yakin Desa Sidobinanggun dapat meraih 3 besar juara nantinya, kami akan berusaha sampai akhir,” Harap Kades Anang.

Dengan berlanjutnya pertandingan, persaingan untuk memperebutkan tiket menuju babak berikutnya dipastikan semakin menarik. Dukungan masyarakat dan suporter masing-masing desa pun menjadi bagian penting dalam memeriahkan turnamen tersebut. (Red)

Polres Lamongan Respons Cepat Tangani Kebakaran Rumpun Bambu dan Kandang Ternak

0

Lamongan, kabar1media.com – Polres Lamongan melalui jajaran Polsek merespons cepat laporan masyarakat terkait dua kejadian kebakaran di wilayah Kabupaten Lamongan. Senin, (21/9/2026).

Kejadian pertama berupa kebakaran rumpun bambu di wilayah Kecamatan Sukodadi yang dilaporkan melalui layanan Call Center 110.

Kasihumas Polres Lamongan IPDA M. Hamzaid, S.Pd., membenarkan kejadian tersebut. Menindaklanjuti laporan masyarakat, petugas segera mendatangi lokasi, membantu proses pemadaman bersama regu Damkar sekaligus mengamankan lokasi kejadian.

“Berdasarkan keterangan saksi, api diduga berasal dari sisa pembakaran sampah warga yang kemudian menyambar rumpun bambu,” jelasnya.

Pemadaman dan pembasahan dilakukan sejak sekitar pukul 05.00 WIB dan api berhasil dipadamkan sekitar pukul 09.00 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, dengan tafsir kerugian sekitar Rp.5 juta.

“Sementara itu, kebakaran juga terjadi pada kandang ternak milik Sulaiman yang berada di belakang rumah di Dusun Penompo, Desa Sukosari, Kecamatan Mantup,” lanjutnya.

Petugas Polsek Mantup yang menerima laporan sekitar pukul 06.00 WIB segera mendatangi lokasi dan menghubungi Damkar.

Bersama petugas Damkar, dan masyarakat, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 07.15 WIB sehingga tidak merembet ke rumah warga di sekitarnya. Kandang tersebut berisi satu ekor sapi yang berhasil diselamatkan.

“Tidak terdapat korban jiwa, sementara api diduga berasal dari korsleting listrik dengan tafsir kerugian sekitar Rp.75 juta,” tambahnya.

Kasihumas Polres Lamongan IPDA M. Hamzaid, S.Pd., mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya saat membakar sampah agar dipastikan benar-benar padam sebelum ditinggalkan.

“Masyarakat juga diminta memeriksa kondisi instalasi listrik secara berkala dan segera melaporkan setiap kejadian darurat melalui Call Center 110 agar dapat ditindaklanjuti dengan cepat oleh petugas,” tutupnya. (Red)

Ketahanan Pangan Diperkuat, Babinsa 0812/20 Karangbinangun Dampingi Petani Panen Padi

0

Lamongan, Kabar1media.com — Babinsa Koramil 0812/20 Karangbinangun, Sertu Kemhay, melaksanakan kegiatan komunikasi sosial (komsos) sekaligus pendampingan panen padi bersama para petani di Desa Blawi, Kecamatan Karangbinangun, Kabupaten Lamongan. Senin, (21/09/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen TNI AD dalam mendukung program pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan nasional di wilayah pedesaan.

​Dalam pelaksanaan panen kali ini, Sertu Kemhay membantu petani memanfaatkan teknologi modern berupa mesin pemanen combine harvester. Penggunaan alat canggih ini terbukti efektif dalam memangkas waktu kerja, mengurangi tingkat kehilangan hasil panen, serta efisiensi biaya operasional bagi para petani lokal.

​Sertu Kemhay menyampaikan bahwa kehadiran Babinsa di tengah-tengah lahan pertanian bukan sekadar tugas formalitas, melainkan wujud kepedulian dan kemunggalan TNI dengan rakyat. Dengan terjun langsung ke lapangan, Babinsa dapat memahami secara nyata kendala yang dihadapi para petani di desa binaan.

​”Pendampingan ini kami lakukan untuk memberikan motivasi dan dorongan semangat kepada para petani agar terus produktif. Pemanfaatan combine harvester ini sangat membantu mempercepat proses panen padi, terlebih saat mengejar target waktu tanam berikutnya,” ujar Sertu Kemhay di sela-sela kegiatan.

Keterangan: Babinsa Koramil 0812/20 Karangbinangun Dampingi Petani Panen Padi.

​Selain membantu proses panen, momen ini dimanfaatkan Sertu Kemhay untuk melakukan komunikasi sosial secara interaktif. Berbagai hal didiskusikan bersama kelompok tani setempat, mulai dari ketersediaan pupuk, kondisi saluran irigasi, hingga antisipasi terhadap serangan hama tanaman.

​Para petani di Desa Blawi menyambut positif kehadiran dan keterlibatan aktif Babinsa Koramil 0812/20 Karangbinangun. Mereka mengaku merasa terbantu dan bersemangat karena mendapatkan perhatian serta pendampingan langsung dari aparat kewilayahan sejak proses pengolahan lahan hingga panen tiba.

​Ketua kelompok tani Desa Blawi mengungkapkan bahwa hasil panen musim ini terbilang memuaskan berkat kerja sama yang baik antara petani, petugas penyuluh lapangan (PPL), dan Babinsa yang rutin mengawal perkembangan tanaman padi warga.

​Secara terpisah, Pj Danramil 0812/20 Karangbinangun Peltu Teguh menegaskan bahwa pihak Koramil akan terus menginstruksikan seluruh Babinsa untuk aktif mengawal program ketahanan pangan di wilayahnya masing-masing. Langkah ini selaras dengan arahan Komando Atas untuk menyokong kedaulatan pangan nasional dari tingkat desa.

​Melalui pendampingan yang konsisten dan pemanfaatan modernisasi pertanian, diharapkan produktivitas sektor pertanian di Kecamatan Karangbinangun, khususnya Desa Blawi, dapat terus meningkat secara berkelanjutan demi kesejahteraan para petani.​ (Pendim0812)

Kemenhut Dorong IMM Perkuat Peran dalam Menjawab Persoalan Nasional

0

Lamongan, Kabar1media.com — Tenaga Ahli Kementerian Kehutanan Republik Indonesia, Baikuni Alshafa, M.IP., menyoroti pentingnya peran gerakan mahasiswa dalam merespons berbagai persoalan nasional, mulai dari disrupsi digital, krisis lingkungan, hingga persoalan pengangguran. 

Hal tersebut ia sampaikan saat menjadi narasumber dalam agenda Konsolidasi Organisasi Pimoinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Lamongan di Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan (ITBAD) Lamongan, Kamis (17/9/2026).

Mengusung tema “Relevansi IMM: Dialektika Penggerak Zaman”, Baikuni menegaskan bahwa organisasi pemuda dan mahasiswa seperti IMM tidak boleh berdiri di pinggiran saat negara menghadapi tekanan pergeseran sosial-politik global serta pelemahan basis ekonomi yang tersistematis. Menurutnya, IMM harus mengambil peran sentral dalam diskursus kebijakan publik di setiap tingkatan.

“Sebagai gerakan di era modern kali ini, IMM harus mampu memaknai setiap perubahan sosial, politik, dan teknologi sebagai ruang dialog kritis, tentu dengan terus berlandaskan pada akar ideologis yang tercermin dalam Tri Kompetensi Dasar yaitu: Intelektualitas, Religiusitas, dan Humanitas,” ujar Baikuni di hadapan ratusan kader yang hadir.

Keterangan: Tenaga Ahli Kemenhut Ajak Kader IMM Aktif Kawal Kebijakan Nasional.

Menurut Baikuni, keberadaan Tri Kompetensi Dasar harus ditransformasikan menjadi aksi nyata berbasis realitas sektor kehidupan masyarakat. Sehingga IMM tidak hanya memposisikan diri sebagai organisasi otonom Muhammadiyah, tetapi juga menjadi kekuatan alternatif untuk menjawab tantangan di era modern

“Tentu disertai dengan kesabaran dan komitmen untuk berproses. Kita punya Trikoda yang harus diselami dan terpatri dalam diri kita. Sehingga kedepan bisa menjawab apa kira-kira relevansi IMM untuk menggerakkan zaman?,” jelas Baikuni.

Dalam pandangannya, Baikuni menilai terdapat beberapa langkah taktis untuk mengoptimalkan gerakan IMM. Diantaranya adalah kemandirian ekonomi dan kedaulatan politik IMM sebagai fondasi utama agar suara IMM tetap objektif dan diperhitungkan dalam pembuatan kebijakan nasional.

“Tidak salah jika punya cita-cita menjadi politisi, entah politik kekuasaan atau yang berbasis nilai. Sebab kalau mendidik masyarakat tetapi tidak tahu pintu, maka tidak bisa masuk,” kata Baikuni.

Langkah lainnya adalah membangun kekuatan aliansi lintas sektor pemuda dan masyarakat yang inklusif dan tidak bias gender, serta membangun kebudayaan berbasis sosial masyarakat.

“Masyarakat kita ini harus berubah. Kalau masyarakat  Lamongan itu nelayan atau petani, maka harus paham betul karakteristik masyarakat pesisir. Dengan menguasai kebudayaan masyarakat, maka IMM akan mudah memasuki ruang kebudayaan mereka,” terang Baikuni.

Diakhir, Baikuni berharap langkah tersebut dapat memosisikan gerakan kader IMM sebagai mitra kritis sekaligus solutif bagi pemerintah maupun masyarakat luas dalam mengawal isu-isu keumatan dan kebangsaan ke depan. (Red)

Ratusan Warga Brengkok Ikuti Deklarasi Gerakan Masyarakat Desa Brengkok Bersatu

0

Ratusan Warga Brengkok Ikuti Deklarasi Gerakan Masyarakat Desa Brengkok Bersatu.

LAMONGAN – Gerakan Masyarakat Desa Brengkok Bersatu (GMBB) menggelar deklarasi untuk mengawal proses penanganan dugaan pungutan liar (pungli) dan dugaan penyalahgunaan wewenang yang dikaitkan dengan Pemerintah Desa Brengkok, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan.Deklarasi tersebut berlangsung di halaman Kantor Dusun Cumpleng dan dihadiri sekitar 500 masyarakat Desa Brengkok.

Kegiatan itu menjadi bentuk penyampaian sikap masyarakat yang menginginkan agar persoalan tersebut dapat diproses secara transparan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.Sejumlah tokoh dan unsur pemerintahan turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Di antaranya Ketua NU Ranting Cumpleng, Pimpinan Ranting Muhammadiyah Cumpleng, serta para Ketua RT se-Desa Brengkok.Dari unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Brondong, hadir Kapolsek Brondong. Sementara Camat Brondong diwakili oleh Kasi Pemerintahan. Unsur Koramil Brondong juga hadir melalui perwakilan anggota, bersama Babinsa Desa Brengkok.

Ketua GMBB, Mas’udi Am, mengatakan deklarasi tersebut merupakan bentuk komitmen masyarakat untuk mengawal persoalan yang tengah menjadi perhatian warga.”Deklarasi ini sebagai bentuk komitmen masyarakat Desa Brengkok untuk mengawal kasus dugaan pungli dan dugaan penyalahgunaan wewenang oleh kepala desa. Kami ingin semuanya diproses secara transparan dan sesuai aturan hukum yang berlaku,” ujar Mas’udi.

Menurutnya, masyarakat tidak menginginkan persoalan tersebut berkembang menjadi konflik di tingkat desa. Karena itu, GMBB mendorong agar setiap dugaan yang muncul dapat dibuktikan melalui proses pemeriksaan oleh pihak yang berwenang.

“Kami mengajak seluruh masyarakat tetap menjaga kondusivitas. Yang kami kawal adalah prosesnya, agar dugaan-dugaan yang ada dapat diperiksa secara objektif dan masyarakat mendapatkan kejelasan,” tambahnya.

Kehadiran ratusan warga dalam deklarasi tersebut menunjukkan besarnya perhatian masyarakat terhadap persoalan yang sedang berkembang di Desa Brengkok. GMBB menegaskan bahwa gerakan tersebut diarahkan untuk mengawal proses secara damai, tertib, dan berdasarkan fakta serta mekanisme hukum.

Sementara itu, pihak-pihak yang dikaitkan dengan dugaan pungli dan penyalahgunaan wewenang tersebut tetap memiliki ruang untuk memberikan klarifikasi maupun tanggapan atas tudingan yang disampaikan masyarakat.GMBB berharap seluruh proses penanganan dapat berjalan secara profesional sehingga persoalan tersebut memperoleh penyelesaian yang adil dan tidak menimbulkan polemik berkepanjangan di tengah masyarakat Desa Brengkok.

Senada dengan itu, Ketua Kartar Kecamatan Brondong, Sismulyadi mengatakan Mengapresiasi setinggi-tingginya atas terbentuknya wadah GMBB.

“Dengan adanya GMBB adalah bentuk representasi kesadaran masyarakat desa atas kebijakan sesat yang selama ini mengebiri hak masyarakt, semoga kedepan GMBB mampu menjadi wadah aspirasi objektif prihal persoalan sosial di Desa Brengkok dan mampu memberikan contoh positif untuk mendorong gerakan msyarakt desa lain,” pungkasnya. (F2/Red)

Bank Daerah Lamongan Raih GRC Award 2026, Bukti Penguatan Tata Kelola Perbankan

0

LAMONGAN – PT BPR Bank Daerah Lamongan (Perseroda) kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Bank yang dimiliki Pemerintah Kabupaten Lamongan tersebut berhasil meraih GRC Award 2026 yang diselenggarakan Majalah Top Business di Jakarta, Selasa (9/9/2026).

Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap komitmen Bank Daerah Lamongan dalam mengimplementasikan prinsip Governance, Risk Management, and Compliance (GRC) sebagai bagian dari sistem pengelolaan perusahaan.

Penghargaan diterima langsung oleh Direktur Utama PT BPR Bank Daerah Lamongan (Perseroda), Nur Rahmawati, SE.Dalam proses penilaian, Bank Daerah Lamongan mendapatkan apresiasi atas sejumlah aspek pengelolaan perusahaan.

Di antaranya pengembangan digitalisasi dalam proses bisnis, konsistensi menjalankan ketentuan regulator, khususnya Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta penerapan manajemen risiko kredit yang dilakukan secara terukur.Proses penilaian GRC Award 2026 dilakukan melalui beberapa tahapan. Mulai dari penyampaian kuesioner, presentasi mengenai kondisi dan strategi perusahaan, hingga proses penjurian secara berlapis.

Tim penilai terdiri dari berbagai kalangan profesional yang memiliki pengalaman di sektor keuangan dan tata kelola perusahaan, termasuk praktisi perbankan, konsultan serta akademisi senior.Direktur Utama PT BPR Bank Daerah Lamongan, Nur Rahmawati, SE, menyampaikan rasa syukur atas penghargaan yang diperoleh. Ia menilai capaian tersebut tidak terlepas dari kerja keras dan kolaborasi seluruh jajaran perusahaan.

“Penghargaan ini menjadi apresiasi atas kerja keras seluruh jajaran Bank Daerah Lamongan. Namun, penghargaan bukan menjadi tujuan akhir. Ini justru menjadi motivasi untuk terus melakukan perbaikan dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujar Nur Rahmawati.

Menurutnya, Bank Daerah Lamongan akan terus berupaya meningkatkan peran sebagai lembaga keuangan daerah, salah satunya dengan memberikan dukungan pembiayaan yang semakin optimal kepada masyarakat dan pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Ia menambahkan bahwa tata kelola perusahaan yang baik harus berjalan seiring dengan manajemen risiko yang efektif serta kepatuhan terhadap seluruh ketentuan yang berlaku.Ketiga aspek tersebut menjadi fondasi penting bagi perusahaan untuk menjaga stabilitas operasional, meningkatkan kepercayaan nasabah serta memastikan keberlangsungan usaha di tengah persaingan industri jasa keuangan.

“Kami ingin penerapan GRC tidak hanya sebatas memenuhi ketentuan dan administrasi, tetapi benar-benar menjadi bagian dari budaya kerja seluruh jajaran perusahaan,” lanjutnya.

Penguatan tata kelola juga memiliki keterkaitan dengan kualitas penyaluran kredit. Bank Daerah Lamongan terus berupaya menjaga agar pembiayaan yang disalurkan tetap sehat, produktif dan memberikan manfaat bagi perekonomian masyarakat.Sektor UMKM menjadi salah satu perhatian karena memiliki peran penting dalam menggerakkan ekonomi lokal.

Melalui pembiayaan yang tepat sasaran, Bank Daerah Lamongan diharapkan dapat turut mendorong perkembangan usaha masyarakat di Kabupaten Lamongan. Namun, manajemen menyadari masih terdapat sejumlah tantangan yang harus dihadapi. Salah satunya adalah perkembangan teknologi digital yang semakin pesat dan diikuti meningkatnya potensi risiko keamanan siber di sektor jasa keuangan.

Penguatan sistem teknologi informasi menjadi salah satu kebutuhan strategis agar layanan perbankan dapat terus berkembang sekaligus memberikan perlindungan terhadap data dan transaksi nasabah.Tidak hanya dari sisi teknologi, pengembangan kualitas sumber daya manusia (SDM) juga menjadi perhatian perusahaan.

Kompetensi pegawai perlu terus ditingkatkan agar mampu mengikuti perubahan teknologi dan perkembangan industri perbankan.Nur Rahmawati menegaskan bahwa kesiapan SDM dan infrastruktur teknologi merupakan dua komponen penting dalam menjaga kualitas layanan perusahaan.

“Penguatan teknologi informasi dan peningkatan kapasitas SDM menjadi bagian dari langkah kami untuk menghadapi perkembangan industri keuangan. Kami harus terus beradaptasi agar pelayanan kepada masyarakat semakin baik,” jelasnya.

Ke depan, Bank Daerah Lamongan berkomitmen mempertahankan penerapan tata kelola perusahaan yang baik, memperkuat manajemen risiko dan kepatuhan, serta meningkatkan kualitas sistem teknologi informasi.Pada saat yang sama, perusahaan akan terus mengembangkan kompetensi SDM dan memperluas kontribusi dalam memberikan akses pembiayaan kepada sektor produktif, khususnya UMKM.

Perolehan GRC Award 2026 diharapkan menjadi momentum untuk terus melakukan evaluasi dan pembenahan internal. Penghargaan tersebut bukan hanya menjadi pencapaian, tetapi juga menjadi dorongan bagi perusahaan untuk meningkatkan standar profesionalisme dan kualitas pelayanan.

Dengan konsistensi tersebut, PT BPR Bank Daerah Lamongan (Perseroda) optimistis dapat semakin memperkuat posisinya sebagai lembaga keuangan daerah yang profesional, sehat dan memiliki tata kelola yang baik, sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten Lamongan.(Red)

Eminem – Stronger Than I Was

0

We woke reasonably late following the feast and free flowing wine the night before. After gathering ourselves and our packs, we headed down to our homestay family’s small dining room for breakfast.

Refreshingly, what was expected of her was the same thing that was expected of Lara Stone: to take a beautiful picture.

We were making our way to the Rila Mountains, where we were visiting the Rila Monastery where we enjoyed scrambled eggs, toast, mekitsi, local jam and peppermint tea.

We wandered the site with other tourists

Yet strangely the place did not seem crowded. I’m not sure if it was the sheer size of the place, or whether the masses congregated in one area and didn’t venture far from the main church, but I didn’t feel overwhelmed by tourists in the monastery.

Headed over Lions Bridge and made our way to the Sofia Synagogue, then sheltered in the Central Market Hall until the recurrent (but short-lived) mid-afternoon rain passed.

Feeling refreshed after an espresso, we walked a short distance to the small but welcoming Banya Bashi Mosque, then descended into the ancient Serdica complex.

We were exhausted after a long day of travel, so we headed back to the hotel and crashed.

I had low expectations about Sofia as a city, but after the walking tour I absolutely loved the place. This was an easy city to navigate, and it was a beautiful city – despite its ugly, staunch and stolid communist-built surrounds. Sofia has a very average facade as you enter the city, but once you lose yourself in the old town area, everything changes.

Clothes can transform your mood and confidence. Fashion moves so quickly that, unless you have a strong point of view, you can lose integrity. I like to be real. I don’t like things to be staged or fussy. I think I’d go mad if I didn’t have a place to escape to. You have to stay true to your heritage, that’s what your brand is about.

Dj Dark – Chill Vibes

0

We woke reasonably late following the feast and free flowing wine the night before. After gathering ourselves and our packs, we headed down to our homestay family’s small dining room for breakfast.

Refreshingly, what was expected of her was the same thing that was expected of Lara Stone: to take a beautiful picture.

We were making our way to the Rila Mountains, where we were visiting the Rila Monastery where we enjoyed scrambled eggs, toast, mekitsi, local jam and peppermint tea.

We wandered the site with other tourists

Yet strangely the place did not seem crowded. I’m not sure if it was the sheer size of the place, or whether the masses congregated in one area and didn’t venture far from the main church, but I didn’t feel overwhelmed by tourists in the monastery.

Headed over Lions Bridge and made our way to the Sofia Synagogue, then sheltered in the Central Market Hall until the recurrent (but short-lived) mid-afternoon rain passed.

Feeling refreshed after an espresso, we walked a short distance to the small but welcoming Banya Bashi Mosque, then descended into the ancient Serdica complex.

We were exhausted after a long day of travel, so we headed back to the hotel and crashed.

I had low expectations about Sofia as a city, but after the walking tour I absolutely loved the place. This was an easy city to navigate, and it was a beautiful city – despite its ugly, staunch and stolid communist-built surrounds. Sofia has a very average facade as you enter the city, but once you lose yourself in the old town area, everything changes.

Clothes can transform your mood and confidence. Fashion moves so quickly that, unless you have a strong point of view, you can lose integrity. I like to be real. I don’t like things to be staged or fussy. I think I’d go mad if I didn’t have a place to escape to. You have to stay true to your heritage, that’s what your brand is about.

Leona Lewis – Bleeding Love (Dj Dark & Adrian Funk Remix)

0

We woke reasonably late following the feast and free flowing wine the night before. After gathering ourselves and our packs, we headed down to our homestay family’s small dining room for breakfast.

Refreshingly, what was expected of her was the same thing that was expected of Lara Stone: to take a beautiful picture.

We were making our way to the Rila Mountains, where we were visiting the Rila Monastery where we enjoyed scrambled eggs, toast, mekitsi, local jam and peppermint tea.

We wandered the site with other tourists

Yet strangely the place did not seem crowded. I’m not sure if it was the sheer size of the place, or whether the masses congregated in one area and didn’t venture far from the main church, but I didn’t feel overwhelmed by tourists in the monastery.

Headed over Lions Bridge and made our way to the Sofia Synagogue, then sheltered in the Central Market Hall until the recurrent (but short-lived) mid-afternoon rain passed.

Feeling refreshed after an espresso, we walked a short distance to the small but welcoming Banya Bashi Mosque, then descended into the ancient Serdica complex.

We were exhausted after a long day of travel, so we headed back to the hotel and crashed.

I had low expectations about Sofia as a city, but after the walking tour I absolutely loved the place. This was an easy city to navigate, and it was a beautiful city – despite its ugly, staunch and stolid communist-built surrounds. Sofia has a very average facade as you enter the city, but once you lose yourself in the old town area, everything changes.

Clothes can transform your mood and confidence. Fashion moves so quickly that, unless you have a strong point of view, you can lose integrity. I like to be real. I don’t like things to be staged or fussy. I think I’d go mad if I didn’t have a place to escape to. You have to stay true to your heritage, that’s what your brand is about.